Celoteh Para Bocah

Asiyah itu punya sepupu 2 orang, laki-laki semua. Yang besar, Harits, sama-sama Aisyah kelas 2 SD, sedangkan Fawwaz yang kecil masih TK A, mereka itu anaknya kakak gue. Walaupun rumah kita deketan, tapi mereka jarang main bareng. Paling kesempatan main bareng waktu liburan sekolah aja, atau waktu weekend, itu juga misalnya gue mau jalan berdua kakak gue aja, trus si Aisyah gue tinggal di rumah kakak gue. Namanya anak-anak, kalau ketemu ya pasti kalao gak ketawa ya ketawa. Kadang mereka ngetawain celotehan mereka sendiri yang kalo kita pikir ‘apanya yang lucu’ sih. Kadang celoteh mereka juga bikin kita terkaget-kaget, dan cuma bisa ngelus dada.

1. Dunkin’ Donuts

Setiap ngomong ini, mereka bertiga di atas langsung pada ngekek-ngekek gak berenti. Cara ngomongnya gak sekedar Dunkin Donuts, tapi Dunkin ‘Didi’ Donuts. Awalnya gue heran, kenapa ada tambahan ‘Didi’ sih? Terus semisal kita jalan bareng-bareng nge-mol, setiap ngeliat gerai ini langsung pada ketawa-ketawa dan langsung pada bilang ‘aku mau dunkin ‘Didi’ donat’.. Setiap gue tanya kenapa ada “didi” nya eh mereka cuma senyum-senyum aja, rahasia kata mereka. Akhirnya suatu hari pas gue lagi ke mall, gue penasaran dong, kenapa anak-anak ini pada geli sama si Dunkin’, dan ternyata, setiap tulisan Dunkin’ ini ditengahnya memang disisipi dua huruf ‘DD’ dan itu mereka baca juga, maka jadinya Dunkin ‘DD’ Donuts.. Please deh gue masih gak ngerti kenapa mereka bisa ketawa hebat cuma gara-gara si ‘DD’

2. Dorong Kereta

Jadi suatu hari Aisyah diajak sama kakak gue dan sepupunya ke Bandung naik kereta. Waktu itu gue kebetulan gak bisa ikut. Kakak gue cerita betapa ketiga anak ini heboh suheboh di kereta. Kakak gue dan suaminya cuma bisa cekikikan sendiri aja ngeliat kelakuan mereka. Menjelang mendekati Bandung, kereta pasti akan melewati jembatan besi yang cuma bisa dilewati satu kereta dan jalannya otomatis pelan. Terus yang dilakukan ketiga anak itu adalah, mereka merapat ke jendela, selain melihat pemandangan, mereka bertigapun ‘mendorong-dorong’ jendela kereta sambil teriak-teriak ‘ayo dorong keretanya biar jatoh, ayo dorong keretanya biar jatoh…’ sambi ketawa-ketawa. Horror ya kakak becandanya…

3. Jenis Kelamin

Kalau yang ini sih nggak lucu, malah kaget dengernya, dan kemudian gue dan kakak gue cuma bisa senyum-senyum aja. Jadi karena anak kakak gue gak punya saudara perempuan maka si abang jadi penasaran dengan bentuk kelamin perempuan, dan korbannya ya si Aisyah. Jadi sewaktu pulang main dari rumah kakak gue tiba-tiba si Aisyah ngomong gini ke gue.

A : mama, aku males sama abang..?

G : kenapa?

A : mm, tapi jangan marah ya…

G : iya nggak marah..

A : masa abang nanya, ‘Aisyah, aku boleh liat kuyuk kamu gak’ *kuyuk itu alat kelamin laki-laki*

G : *gubraakkkk*.. terus..*deg-degan dengan kondisi terburuk*

A : ya aku bilang gak boleh..

G : eh tapi kamu gak kasih liat kan?

A : ya enggak lah.. gak boleh, kan aurat..

fiuuhhh….*lap keringet*

Langsung deh gue telpon kakak gue, ngasih tauin tolong itu si abang dikasih penjelasan tentang alat kelamin. Tapi sih saat itu kita berpikir karena si Abang cuma penasaran aja dengan perbedaan bentuk laki-laki dan perempuan, karena memang gak ada yang bisa diliat kan? Secara perempuan yang ada di rumahnya ya perempuan dewasa semua🙂 Kalau anak yang punya saudara laki-laki atau perempuan, pasti secara gak langsung udah bisa liat kan perbedaannya.

Yah namanya anak-anak, masih pada polos, belom punya dosa, pertanyaannya berjuta-juta, tinggal kita-kita aja yang bisa ngarahinnya dengan baik dan benar.

2 thoughts on “Celoteh Para Bocah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s