Insight?

Gue punya teman, perempuan, sebut aja namanya Indi. Dia adalah teman SD dan SMP gue. Dulu kita lumayan dekatlah, waktu SD kita satu tim buat ‘ngisengin’ teman kita, trus waktu SMP gue pernah sebangku dan gue sering belajar bareng kelompok sama dia. Lulus SMP gue masuk ke SMA di ‘Bulungan’ Jakarta dan dia di SMA ‘Mahakam’ Jakarta. Lulus SMP kita gak pernah berhubungan lagi, sempat gue dengar waktu SMA dia harus operasi yang sangat parah, Alhamdulillah karena kegigihannya dia bisa menyelesaikan SMA dengan baik tanpa harus mengulang kelas, karena sempat gak sekolah selama tiga bulan. Gue sempat nengok setelah dia selesai operasi, tapi waktu itu dia bilang ‘gue udah sembuh dan udah baik-baik aja’. Dulu kita gak sempat membahas detil kenapa dia harus dioperasi dan gimana proses selama operasinya, karena waktu itu gue juga gak bertamu lama-lama, biar dia bisa beristirahat.

Singkat cerita, gara-gara FB kitapun ketemu lagi. Ternyata Indi masih tinggal di rumah yang lama. Dari FB kita berlanjut dengan kopi darat, YM-an dan Whatsapp-an. Sekarang Indi sudah bekerja sebagai terapis untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Terus Indi juga bercerita, kenapa dia harus dioperasi karena penyakitnya yang parah. Gue lupa dia dulu sakit apa sampai dua belas jam mesti dioperasi, tapi Indi cerita, waktu di kamar operasi dan dia sedang berada di meja operasi Indi mendapat ‘experienced over the body’. Tiba-tiba Indi terbangun, dia merasa badannya sakit banget, kemudian dia melihat dirinya sedang berada di atas meja operasi. Kemudian dia melihat pak dokter dengan keringat sebesar-besar jagung sedang berusaha menghentikan aliran darah yang keluar seperti keran air yang dibuka keluar dari lehernya. Kemudian dia melihat sebuah ember yang berisi tulang-tulang, yang ternyata setelah dia sadar itu adalah tulang-tulang dari tubuh Indi yang sudah dipotong-potong. Lalu yang bikin dia sedih, di pojok ruangan operasi dia melihat kakak perempuannya, sedang nangis sesenggukan, dia panggil-panggil kakaknya, sambil teriak-teriak ‘mba, ini Indi.. ini Indi..’ tapi kakaknya gak denger. Sebagai info, kakaknya Indi dulu adalah calon dokter, dan waktu Indi mau dioperasi kakaknya minta ijin pak dokter agar dia boleh masuk ke dalam ruangan operasi sekalian ngeliat proses operasi Indi.  Karena kakaknya gak denger, Indi kemudian berlalu, lalu dia melihat sebuah pintu dan berjalan melewati pintu itu. Sampai di luar ruangan operasi Indi kaget. Dia melihat ibu dan bapaknya sedang duduk di ruang tunggu, sambil berpelukan. Dia melihat ibunya sedang menangis tersedu-sedu dalam pelukan bapaknya. Indi kemudian menghampiri ibu bapaknya, sambil teriak-teriak lagi ‘ibu..bapak..ini Indi.. indi sakit banget bu..’. Indipun menangis tersedu-sedu karena ibu bapaknya gak ada yang dengar. Kemudian Indi merasa dirinya dituntun untuk mengikuti sebuah cahaya putih. Dia pun lalu mengikuti cahaya putih tersebut. Dan tiba-tiba saja Indi merasa sudah berada di dalam ruangan yang gelap gulita, di situ dia lalu teriak-teriak minta tolong karena dia merasa ketakutan. Dan kemudian selesai.

Selesai operasi, tanpa Indi bercerita tentang ‘experienced over the body’ tersebut ke kakaknya, kakaknya cerita kalau waktu operasi Indi sempat koma, dan kakaknya yang gak tau mesti ngapa-ngapain cuma bisa nangis dipojokan, sementara dokter lagi berusaha menghentikan aliran darah yang ngucur kayak keran dari lehernya. Dan pasca experienced over the body itu, Indi jadi sering memiliki ‘insight’ terutama terhadap orang-orang yang punya kedekatan emosional dengan dia.

Dan… ternyata Indi pun suka insight feeling ke gue. Totalnya udah 3 kali. Kali pertama, itu kejadiannya waktu tangan suami gue patah. Tiba-tiba dia WA gue, dia nanya apakah gue baik-baik aja. Soalnya udah beberapa hari dia keingetan gue terus. Terus dia bilang kalau dia juga insight feeling ke kedua orang teman lamanya. Temannya yang pertama pas ditanya apakah dia baik-baik saja akhirnya cerita kalau ibunya baru aja meninggal beberapa hari yang lalu. Sedangkan temannya yang kedua pas ditanya apakah dia baik-baik aja, ternyata ibunya lagi sakit parah. Gue, pas ditanya apakah gue baik-baik saja, gue bohong, gue bilang gue baik-baik aja, padahal waktu itu tangan suami gue lagi patah, tapi belom dibawa ke dokter, masih tahap diurut aja. Dan akhirnya tiga hari kemudian gue cerita kalau suami harus dioperasi buat pasang pen😛

Insight yang kedua adalah empat minggu lalu. Waktu itu suami gue lagi ke Bandung dari hari Jum’at sampai Minggu. Perasaan gue tuh gak enak aja, dan tenyata, waktu hari Minggu, kabel di mobil suami ada yang putus. Akhirnya mobil mati total. Mau gak mau suami harus benerin mobil dulu, dan baru selesai jam 10  malam. Jam dua pagi suami gue nelpon kalau dia sedang di toll Cipularang nungguin mobil derek, karena klaher mobil di bagian roda depan patah. Katanya dia udah nungguin 1.5 jam, tapi mobil dereknya belom datang-datang. Alhamdulillah akhirnya mobil derek datang juga, dan kemudian diderek sampai toll Sadang. Suamipun terpaksa nginep di dalam mobil di POM bensin Sadang. Dan hari Seninnya dia baru sampai di Jakarta. Pas Indi gue ceritain tentang kejadian kayak gitu dia memang sih lagi kepikiran terus ke gue, tapi saat itu dia nggak ada dorongan untuk bertanya ke gue apakah gue lagi baik-baik saja?

Dan.. insight ketiga datang tadi malam, tepatnya hari Sabtu kemarin, tiba-tiba dia WA gue. Memang sih kita udah semingguan gak WA-an. Apalgi sekarang Indi sudah pindah kerja ke Bandung, dan lagi sibuk-sibuknya dengan kerjaan baru. Hari Sabtu siang dia tiba-tiba WA gue dan nanya ‘Ta, sombong ih’. Dua kali dia menanyakan hal yang sama, terus dia nanya ‘liburan kemana Ta’. Biasanya tiap dia WA pasti segera gue bales. Tapi kali ini gak gue bales, ngerasa lagi males aja. Terus hari Minggu sore jam 6, waktu gue mulai pusing keliyengan gue bales deh WA nya ‘Indiiii ..kangen nih gue..’. Terus jam 8 malem, waktu gue di UGD, ada pesan dari WA masuk, belom gue baca sih, karena gue masih rebahan dan lagi nunggu diperiksa. Sempet kepikir, apakah Indi akan WA gue, dan menanyakan apakah gue baik-baik saja? Pengen tau apakah Indri memiliki insight ke gue?

Setelah pemeriksaan di UGD selesai, gue pun keluar sekalian nunggu obat yang lagi diurusin sama mba Oky. Dan kemudian, gue keinget ada pesan di WA, langsung gue buka. Ternyata dari Indi dan dikirim pukul 19:58 WIB

“Ta, gue kan keingetan elo mulu 2 hari ini”

“Elo baik-baik kah?”

Dan.. gue pun langsung tersenyum dan menjawab

“Ah.. feeling lo kok bisa bener sih Ndi?”

“Gue lagi di UGD nih”

“___________________”

Pernah ada pengalaman serupa gak teman-teman?

2 thoughts on “Insight?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s