Jalan – jalan Keliling Jawa #2

Hari ke – 4, Sabtu 28 Desember 2013

Malam sebelumnya gue udah pesen ke mba resepsionis kalau kita minta wake up call jam 4.30. Kita memang berencana berangkat pagi-pagi karena sebelum tiba di Surabaya kita akan menyambangi tiga kota dulu. Lalu minta sarapan dibungkus aja, karena restonya baru buka jam 6, sedangkan kita jam 5.30 rencananya mau langsung jalan. Namanya emak-emak yang udah biasa bangun pagi, jam 4 gue udah bangun. Langsung mandi n siap-siap sholat shubuh. Kita ditelpon jam 4.30. Tapi sebenernya mubazir juga sih ya, karena kita bertiga udah pada bangun semua. Jam 5.30 kita langsung turun ke lobby, suami lalu manasin mobil, masuk-masukin tas ke mobil dan gue ambil sarapan di resepsionis. Nasi goreng putih plus telor ceplok.

Jam 5.50 kita langsung cabut. Byeee Solo.. Sampai ketemu ya.. Moga-moga kami bisa datang lagi. Di mobil gue mulai nyuapin Aisyah dan bapaknya. Nasib jadi tukang nyuapin, nasinya abis, yang nyuapin tinggal gigit jari, heran nih orang berdua makannya lahap banget.😀 Untungnya di mobil udah ada roti dan cemilan, ya udah emaknya makan itu aja. Tapi suami janji nanti di Madiun kita bakal makan pecel asli Madiun, siipp.

Perjalanan ke Surabaya ini kita berencana akan mampir di kota Madiun, karena suami pengen ngeliat museum kereta api. Loh bukannya museum Kereta Api ada di Ambarawa Jawa Tengah? Itulah suami gue, dia keukeuh kalau di Madiun dulunya ada museum kereta api, ya udah penumpang nurut pak supir aja. Perjalanan ke Madiun bisa dilewati dari dua arah, lewat Tawang Mangu atau lewat Sragen. Lewat Tawang Mangu sebenernya enak, jalannya berliku-liku naik turun, dan kita akan melewati air terjun yang katanya bagus banget. Sedangnkan kalau lewat Sragen jalannya lurussss aja. Karena kita cuma sendiri, suami memutuskan kalau kita lewat Sragen saja. Kecuali kalau kita touring dengan beberapa mobil, lewat Tawang Mangu pasti lebih enak. Diperjalanan kita beberapa kali wisata toilet. Maklum aja, gue selalu maksain agar kita harus banyak minum air putih. Dan yang pasti dengan sering wisata toilet juga meminimalisir suami bakal ngantuk, karena sebentar-sebentar dia pengen ke toilet.

Untuk stamina perjalanan, suami juga gue paksa minum air madu plus minyak habbatusaudah. Biasanya gue buatin di dalam botol air kemasan. Jadi kira-kira airnya udah tinggal setengah botol, langsung gue tuangin madu dan minyak habbat, di kocok-kocok lalu tinggal diminum.

Suami : Bleehhh …. apaa sih ini?

Gue : Air madu plus minyak habbats

S : Kok kayak gini rasanya?

G : Kayak gimana #sok acuh..

S : Solaaarrr

G : Emang udah pernah minum solar?

S :  Belon, anggep aja solar.. huuueekk.

G : Ternyata gak mobil aja ya yang minum solar, manusia juga.. #masih sok acuh padahal kebat-kebit takut suami enggak mau minum.

Alhamdulillah tetap dia minum sampai habis.

Jadi sebelum jalan nyokap gue udah wanti-wanti kalau gue harus bawa madu dan habbats. Malah nyokap bela-belain ngasih habbats sebelum gue jalan, pokoknya biar kuat dan sehat lah.

Dan akhirnya selama perjalanan kemarin, setiap pagi suami selalu minta jatah ‘solar’ biar dia tetap kuat. Ya mungkin ada unsur sugesti juga kali ya.. Alhamdulillah selama perjalanan kita semuanya sehat.

Kira-kira jam 9 kita sampai di Madiun. Sempet nyasar sedikit gara-gara GPS!!. Karena gue pengen irit, saat suami minta ijin mau beli GPS mobil beneran enggak gue kasih ya terimalah nasibmu. GPS HP ya sesuka-suka dia aja. Akhirnya mampir ke Alf4. nanya arah ke Madiun dan sekalian wisata toilet lagi. #enggak mau rugi banget yee. O iya, sebelum perjalanan gue memang udah berniat, kalau toilet di SPBU keliatannya jorse, ya mau enggak mau kita harus mampir di mart-mart terdekat. Pura-pura beli minum atau tissue tapi minta bonus numpang toilet. Alhamdulillah toilet-toilet di SPBU yang gue sambangi ternyata bersih-bersih loh. Sepertinya orang-orang sudah paham tentang kebersihan, eh tapi kata temen gue, waktu dia mudik lebaran kemarin toilet SPBU enggak ada yang bersih. Ya beda dong, selama mudik kan yang mampir ke SPBU banyak banget, gak heran jorse, petugasnya juga males kali bersihinnya karena yng masuk ke toilet enggak habis-habis. #kok jadi bahas toilet sih?

Sampai di Madiun kita langsung nyari warung pecel. Setelah google ketemu warung pecel yang katanya enak, sampai di sana ternyata sudah habis. Ya udah nyari-nyari lagi dan ketemu warung pecel pak Wir yang katanya juga sudah berdiri sejak lama. Ok langsung mampir. Kita pesan nasi pecel 2 porsi, tempe mendoan, ayam goreng buat Aisyah, sambal tumpang dan teh manis hangat. O iya kalau pesen teh di Jawa enggak usah bilang ‘teh manis’, karena otomatis sudah disajikan manis. Dan seperti yang pernah gue bilang, rasa tempe di Jawa itu lebih enak dibanding di Jakarta. Sangking enaknya kita lupa makan berapa. Ya udah langsung bilang kalau kita makan 10, padahal tempenya itu lebar-lebar loh. #maruuukk

enyaakkk-ennyaaakk

enyaakkk-ennyaaakk

Selesai makan kita lalu melanjutkan perjalanan mencari museum kereta api. Dan ternyata benar, kalau di Madiun sudah tidak ada museum kereta api, yang ada adalah museum INKA (pabrik pembuatan kereta api) dan menurut teman suami juga bukan buat umum, nahloo. Ya sudah akhirnya kita segera melanjutkan perjalanan lagi menuju kota kedua yaitu Jombang.

Kita tiba di Jombang sekitar pukul 12-an, pas banget dengan waktu makan siang. Jombang adalah kota santri Tebu Ireng, kotanya GusDur dan kota yang akan kita kunjungi untuk makan sate kambing yang terkenal yaitu Sate Kambing pak Slamet Ringin Contong. Suami sebelumnya sudah pernah ke tempat ini sewaktu dia masih suka dinas ke Jawa Timur. Setelah keliling-keliling sedikit akhirnya sampai juga di warung sate ini. Menurut suami tempatnya sudah berubah, dan pohon beringin yang ada di dekat warung ini juga sudah ditebang. Kita pesan sate kambing dua porsi. Tadinya mau pesan gule kambing juga, tapi karena takut suami nanti pusing kebanyakan kambing apalagi dia jadi pak supir, ya sudah pesen sate kambingnya saja, padahal kan suami sudah minum habbats yang katanya berfungsi untuk mengatasi kolesterol? Tapi kita berdua jaga-jaga diri aja deh. O iya sewaktu kita di Jombang ternyata mereka sedang mempersiapkan acara Haul untuk GusDur, pantesan banyak pak polisi dimana-mana. Dan ternyata bapak presiden SBY juga berencana mengunjungi Jombang sekitar minggu depan. Saya duluan ya pak Beye…

Selesai makan dan sholat Dzuhur kita lalu melanjutkan perjalanan ke kota ketiga yaitu Mojokerto. Bye Jombang.. Bye GusDur…

Tujuan kita ke Mojokerto tidak lain adalah mengunjungi situs Majapahit di Trowulan – Mojokerto. Idenya siapa? Ya benar, idenya pak suami. Suami gue tuh memang pencinta sejarah. Dan gue cuma bisa melongo bego “Majapahit yang itu? kok suami bisa tau sih?”

“Ck..” kata suami

Sampai di Museum ternyata ada polisi dan PM. Wuihhh udah GR duluan dong kita. Antara GR dan takjub, GR karena merasa disambut dengan para aparat dan takjub karena, gile nih museum sampe dijagain sama aparat. Ndalalah, ternyata minggu depan pak Presiden juga mau mengunjungi museum Majapahit karena mau meresmikan salah satu bangunan yang ada di dalam museum. #keceleee

Dan ternyata museum ini memang benar-benar bagus. Betapa kerajaan ini luar biasa terkenal sampai keluar negeri, apalagi dengan patihnya yang terkenal yaitu patih Gajah Mada yang sukses menyatukan seluluruh nusantara. Kita sampai ditemani oleh seorang petugas museum, sementara suami bisa ngobrol dan tanya-tanya tentang kerajaan Majapahit, Gajah Mada, Hayam Wuruk, negara Pajajaran dan lain-lain, gue cuma ooo..aaaaa…uuuuu.. berasa kembali ke jaman baheula.

peta nusantara. jangan berantem lagi ya sama tetangga, dia kan sodara kita sebenernya.. :-D

peta nusantara. jangan berantem lagi ya sama tetangga, dia kan sodara kita sebenernya..😀

sumpah

Sumpahnya Gajah Mada

Rumah Majapahit

Rumah Majapahit

sisa-sisa peninggalan Majapahit

sisa-sisa peninggalan Majapahit

buah maja yang pahit

pohon dan buah maja yang pahit

Kelar ngeliat museum dan sholat Ashar kita melanjutkan perjalan ke Surabaya. Selama di perjalanan gue banyak ngeliat spanduk-spanduk yang bertuliskan penolakan warga untuk dibangunnya Pabrik baja di daerah Trowulan ini. Untung aja ijin pembangunan ini dicabut, gila aja kalau sampai jadi, gak menghargai banget kan mereka terhadap sisa-sisa sejarah. Perjalanan menuju surabaya lancar, tapi mendekati Surabaya mulai deh macet. Polisi dan PM ada dimana-mana. Persiapan ‘pembersihan’ sebelum pak presiden datang.

O iya, selama perjalanan ini kita selalu dapat berhubungan dengan teman-teman suami yang ada di kota-kota yang kita tuju. Namanya anggota klub mobil, maka setiap kendaraan pasti memiliki Radio Komunikasi. Jadi antar mobil bisa saling berkomunikasi dengan Handy Talkie (HT). Nah setiap kita melewati kota-kota tertentu suami pasti langsung kode-kode ke teman-teman di klub nya. Dan kadang kalau ada waktu suami pasti kopdaran dengan teman-teman klubnya itu.

Menjelang masuk kota Surabaya, menjelang Waru, suami sudah asyik ber-HT-an dengan teman dari Kediri yang saat itu mobilnya juga sedang mengarah ke Kediri dari Surabaya. Lagi asyik-asyik ngobrol tiba-tiba, jebrett.. mesin mobil mati, lampu-lampu indikator seperti AC, tape, dan lain-lain mati total. Waduhh.. Mobil di starter berulang-ulang enggak nyala. Karena kondisi jalanan yang macet, otomatis dari belakang mobil sudah klakson-klakson. Akhirnya suami turun. Kebetulan di pinggir jalan banyak pabrik. Segera minta tolong ke bapak security untuk mendorong mobil ke pinggir jalan.

Dicoba-coba starter tetep enggak bisa. Gue pun udah curiga, ini pasti masalah AKI. Soalnya dulu gue juga pernah ngalamin kayak gini. Dan menurut orang bengkel kalau mobil tiba-tiba mati, lampu-lampu indikator juga mati pasti ada masalah dengan AKI dan kabel-kabelnya. Gue langsung bilang ke suami, tapi dia enggak mau cek AKI. Dia lalu nelpon CS mobil kita. Ternyata susahhh banget di telponnya. saat ini sudah mulai maghrib dan gelap. Dan gue yang sebelumnya mau janjian sama teman gue di Surabaya kayaknya bakal gagal. Temen gue nelpon nanyain gue udah dimana? Lalu gue jelasin kalau mobil kita mogok dan ini lagi nelpon CS mobil untuk minta dipanggilin montir.

Nunggu-nungu sekitar satu jam enggak ada kabar, suami udah mulai kesal karena mengganggap respon dari pihak CS mobil lelet. Apalagi sebelumnya dia juga susahhh banget nelpon ke CS mobil. Akhirnya gue bilang lagi pelan-pelan, coba deh cek AKI nya dulu. Suami ragu soalnya ini kan AKI baru, masak udah soak. Akhirnya kap mobilpun dibuka. Sementara suami cek-cek AKI, gue dan Aisyah nunggu di dalem. Alhamdulillah Aisyah enggak rewel, dia malah asik liat-liat Frozen di youtube dan nyanyi-nyanyi.

Tiba-tiba lampu-lampu indikator di dalam mobil nyala. Alhamdulillah.. Tuhh kan bener pasti gara-gara AKI. Ternyata ada kabel AKI yang lepas. Hmmm.. Alhamdulillah kejadiannya udah mau masuk kota Surabaya, untung bukan di Caroban yang daerahnya kayak hutan.. maamamaahhh..

Setelah suami ngencengin kabel AKI, kita lalu jalan. Tadinya suami mau mampir ke Shop n Drive dulu minta benerin kabel AKI lagi, tapi gue bilang besok ajalah, yang penting mobilnya udah jalan lagi dan kita udah tau apa yang salah kalau tiba-tiba mobilnya mati lagi. Ya udah kita pun melanjutkan perjalanan. Tapi suami tetep mau berenti dulu sebentar di suatu tempat buat ngecek lagi sekalian kita mau wisata toilet lagi. Di jalan Ahmad Yani kita masuk ke SPBU Shel*, dan ternyata SPBUnya luas banget.

Yeee..kahirnya nginjek SBY lagi setelah 3 tahun..

Yeee..ahirnya nginjek SBY lagi setelah 3 tahun lalu sering bolak-balik SBY.. (di lokasi SPBU SHel* Ahmad Yani) Kangeeenn…

Suami ngecek ulang kabel-kabel AKI, setelah selesai kita telpon teman kita masing-masing. Gue nelpon temen gue yang  juga lagi liburan ke Surabaya dan kebetulan anaknya juga temen si Aisyah di sekolah, dan suami nelpon temennya waktu di kantor lama. Gue dan temen janjian mau makan rawon kalkulator. Suami juga nelpon temannya yang asli Surabaya dan ngajak janjian ketemuan juga di rawon kalkulator. Ternyata kata teman suami atau teman gue ya? Lupaa.., akses jalan ke rawon kalkulator ramai, dan di tempatnya juga ramai karena dekat dengan taman Bungkul. Ya sudah akhirnya gue minta makan penyet aja deh. Melihat posisi kita yang di Ahmad Yani dan juga posisi teman gue, akhirnya kita pilih makan di Warung Penyet Bu Kris. OK, akhirnya kita meluncur ke sana. Dipandu oleh teman suami yang nyamperin kita ke SPBU, gak lama kemudian kita sampai di warung Penyet Bu Kris. Temen gue dan keluarganya ternyata sudah sampai juga di warung Bu Kris. Saling sapa, lalu kita pesan makanan. Namanya warung penyet, semua lauk-pauk bisa dibikin penyet. Dari ayam, bebek, telor, tahu, tempe, iga, ikan, udang, sampe baso, semua dibikin penyet. Lengkaaap. Sambelnya keliatannya enak, tapi karena maagh gue lagi kumat, jadi ya cuma diliatin aja sambelnya, daripada nanti perjalanan terganggu, ya ngalah aja deh😛

gabarnya ijin ambil dari google ya..

gambarnya ijin ambil dari google ya..

Kelar makan kita lalu kembai ke Hotel. malam ini kita nginep di hotel D’season dijalan Jemursari. Kita ambil paket promo dari Agoda. Sempet muter-muter sedikit nyari hotelnya, karena posisinya berada di dalam kompleks perumahan. Dan ternyata di depan hotel kita ada cabang warung penyetnya Bu Kris juga.

Sampai di hotel kita lalu nurunin semua tas-tas. Masuk ke dalam kamar. Sampai di kamar gue lalu merasa aneh. Ternyata kamarnya enggak ada jendelanya. Menghibur diri aja, namanya juga ambil kamar promo, udah gitu besok pagi kita juga mau langsung chek out, jadi malam ini memang benar-benar numpang tidur aja. Setelah bersih-bersih dan beres-beres beberapa buah baju untuk dibawa selama perjalan 3 hari ke depan, gue lalu tidur. Seperti biasa, tidur paling belakangan dan bangun paling duluan. Yaa.. namanya juga ibu-ibu, bukan begitu, bukan?

Hari ke – 5, Minggu 29 Desember 2013

Suami udah bangun pagi-pagi jam 4 karena dia udah janjian sama orang bengkel yang mau ngecek mobil kita. Ternyata orangnya baru muncul menjelang jam 6. Tegaaaa. Kenapa pagi-pagi buta, karena orang bengkelnya pagi itu mau ada acara dan harus berangkat pagi, eh ternyata dia yang telat.

Jam 7 kita udah siap. Hari ini kita mau jalan ke Batu. Menurut teman kalau mau ke Batu berangkatnya harus pagi-pagi karena karena arah ke Batu bakalan macet. Apalagi beberapa hari sebelumnya temen gue juga kejebak macet waktu kesana. Hari itu kita akan menginap di Batu bersama temen suami dan keluarganya. Jam 8 pagi setelah makan pagi kita langsung check out. Kita menitipkan sebagian tas kita di resepsionis hotel. Karena tanggal 1 Januari kita akan check in lagi di hotel ini.

Jam delapan kita segera cabut dan langsung cari laundry kiloan lagi. Muter-muter di daerah Jemursari, enggak ketemu. Walaupun ada laundry kiloan ternyata tutup. Tiba-tiba suami dapat kabar kalau teman suami enggak bisa berangkat pagi-pagi ke Batu karena ada temannya yang meninggal dan ada kerabatnya yang khitanan. OK, sambil menunggu siang kita keliling-keliling dulu. Nanti menjelang siang kita balik lagi ke daerah Jemursari sekalian janjian sama teman suami yang kebetulan juga tinggl di daerah dekat situ. Karena perjalanan kali ini temanya wisata sejarah, maka pagi ini kita langsung menuju Monumen Kapal Selam (Monkasel) yang letaknya di pinggir jalan kota Surabaya.

Monumen Kapal Selam

Monumen Kapal Selam

Sampai di sana sudah mulai ramai, padahal masih jam 9-10 gitu loh. Tiketnya pun juga murah. Sebelum  keluar dari mobil gue nanya sama suami ini kapal selam buatan siapa sih? Suami jawab kalau itu buatan Uni Soviet. OK.

Setelah bayar tiket kita lalu masuk ke dalam area Monkasel. Ternyata para pengunjung sudah diperdengarkan lagu-lagu melalui speaker yang lumayan keras. Sayangnya lagu-lagu yang diputar bukannya lagu-lagu seperti Maju tak Gentar atau lagu-lagu perjuangan lainnya, tapi kok yang diputar malah lagu-lagu macam albumnya Evergreen gitu dan beberapa lagu -lagu dari band Indonesia. Kacaauuu😀

Menjelang masuk ke pintu kapal selam, gue dan Aisyah membaca papan yang bertuliskan informasi dari kapal selam itu.

Gue : Ihh, papap pinter deh, ternyata kapal selam ini memang buatan negara Uni Soviet. #kata gue sambil nunjuk tulisan di papan.

Asiyah : Memang sih, papap itu lebih pinter dari mama

G : O gitu ya.. #mulai keki

A : Tapi…. mama itu lebih pinter matematika dibanding papap

G : Huahahahahahaa… #bisaaa aja nih Aisyah ngelesnya, emaknya tersupi-supi

Masuk kedalam kapal selam berasa balik ke jaman dulu. Hebat ya pada betah tinggal di dalam, mana ruangannya kecil, udah gitu nanti kapal ini kan bakal meluncur ke dalam laut. Oh mayy.. sungguh besar jasa para Pahlawan ini. Peralatan di dalam kapal selam juga masih dalam bentuk aslinya. Ada kabin tempat crew tidur, dan macem-macem benda-benda lainnya yang gue enggak tau namanya.

Selesai keliling-keliling di dalam kapal selam kita segera melanjutkan perjalanan lagi. Tadinya mau ke museum lagi, tapi karena kita belum dapat tempat laundry, kita pun urung ke museum lagi. Lalu gue WA temen gue yang lainnya, yang kebetulan juga sedang mudik. Nanya-nanya laundry terdekat dimana. Karena kebetulan hotel gue dan tempat dia tinggal enggak begitu jauh, maka teman gue nyaranin cari laundry di daerah Kebonsari dekat masjid Akbar. OK, kita lalu meluncur ke daerah Gayung Kebonsari. Ketemu 2 laundry, tapi yang satu udah full dan yang satu baru bisa diambil tanggal 2 Januari. Gak masalah, karena tanggal 2 januari kita udah di Surabaya lagi.

Setelah naro cucian kita melanjutkan perjalanan lagi. Kali ini tujuannya belanja minum dan cemilan buat di jalan. Kebetulan keluar dari daerah tempat laundry kita nemu Carrefour. Gak berapa lama kemudian teman suami agabarin kalau dia sudah menuju bundaran Waru. OK, kita segera menuju bundaran Waru buat janjian dan langsung jalan ke Batu.

Sebelum ke Batu kita nanti akan mampir dulu di Lumpur Lapindo dan Malang. Hari itu Surabaya panasnya minta ampiun. Sampai di Lumpur Lapindo kita berhenti dulu karena gue penasaran banget sama Lumpur Lapindo. Posisinya Lumpur Lapindo berada di pinggir jalan, itu pun sudah di tembok agar lumpurnya enggak luber ke bawah. Setelah menaiki beberapa anak tangga, maka sampailah kita di depan Lumpur Lapindo.

Lumpur yang kering, bangunan yang udah kerendem, dan di paling ujung adalah daerah pusat semburan

Lumpur yang kering, bangunan yang udah kerendem, dan di paling ujung adalah daerah pusat semburan

Sedih banget ngeliatnya, belom lagi ditambah cerita-cerita dari penduduk sekitar. Tadinya gue ditawari buat keliling naik motor keliling Lumpur Lapindo sambil mendekati daerah pusat semburannya. tapi karena cuaca yang bener-bener panas (kalau menurut warga, daerah lumpur ini sudah dipawang, jadi memang enggak akan hujan-hujan, karena kalau hujan lumpur ini bakalan meluap ke bawah) dan kita juga mau buru-buru ke Malang, ya sudah langsung jalan. Semoga semburan Lumpur Lapindo segera berhenti, Aamiin.

Setelah dari Lumpur Lapindo kita melanjutkan perjalanan ke Malang. Alhamdulillah perjalanan ke malang padat lancar. Kita enggak ngalamin macet berdiri yang lama seperti yang teman-teman gue bilang. Sampai di kota Malang kita langsung menuju Baso President. Menunya berupa bakso malang. Yang unik lokasi Bakso President ini persis di samping rel kereta api. Antriannya yang mau beli panjang dan lama. Tapi kita cukup dapet hiburan dengan adanya kereta yang lewat. Mantap deh suara dan debunya.😀

Tuhhh. deket banget kan sama Rel Kereta

Tuhhh. deket banget kan sama Rel Kereta #gambar ijin ambil dari google yaaa

Selesai makan bakso, teman suami ngajakin mampir sebentar ke rumah temannya. Tadinya kita menolak karena kita bertiga pengen cari tempat pijay Refleksi. Tapi akhirnya enggak jadi. Akhirnya kita mampir ke rumah temannya teman suami. Sampai di sana ternyata kita sudah ditunggu oleh Rawon dan bakso (lagi). Karena masih kenyang kita ngobrol-ngobrol dulu. Ternyata temannya teman suami ini punya usaha rawon dan usaha kuliner lainnya. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Batu, kita mencicipi rawon buatan temannya tean suami. maknyuusss.. Karena perut udah penuh banget dan kita udah enggak sanggup nyicipin baksonya, maka kita dapat oleh-oleh sebungkus bakso kuah yang baksonya buanyakkk banget. Alhadulillah.. Nikmehhh.

Sekitar pukul 6-7 sampailah di Batu. malam ini kita menginap di Penginapan Putri Bulan. Penginapannya sederhana dan tanpa AC, kamarnya besar dan kamar masih pakai bak dan gayung. Walaupun tanpa AC tetap berasa dingin, karena daerah Batu memang dingin ditambah sebelumnya habis hujan.

Malam itu teman suami mengajak kita ke Alun-alun Batu, tapi karena gue udah capek banget, ya lewat aja deh. Setelah beres-beres, makan bakso, dan bersih-bersih kita lalu tidur. Alhamdulillah selama perjalanan kita enggak punya masalah tidur. Jadi nempel bantal pasti langsung tidur. Bener-bener capek. Besok pagi jam delapan kita sudah akan jalan-jalan kembali.

(Bersambung)

9 thoughts on “Jalan – jalan Keliling Jawa #2

  1. Rasanya pengen nendang kompor deh. Itu kenapa ya diceritain beli pecel. Makkn sambel tumpang trus bakso presiden trus penyet penyet. Hahahaha. Pengeeeeennnn!
    Eh untung suami ngerti soal perakian ya. Kalo gw mah udah hopeless keknya

    • Yeee.. gue juga pengen makan itu laki Dan,, pokoknya tiap ngunjungin daerah tertentu wajib cicipin makanan khasnya ya..
      Mengenai AKI itu kan atas pengalaman gue sebelumnya Dan, jadi semua mati total dan gak bisa starter mobil, dan ternyata memang ada kabel dari AKI yang lepas, keliatan kok lepasnya.. Besok2 kl ngalamin yang sama langsung cek AKI aja yee..

  2. Seruuu bgt jalan2nya… Aku juga suka ke museum2 gitu.. meski ga gitu ngerti sejarahnya..

    Owh jadi kalo mati semua langsung gitu masalah ada di Aki nya yah.. *Mangut mangut*..

    Yahh.. inilah kalo punya masalah magh yah mba😀 Padahal kan sambel penyetnya enak..hihi

    • Iya Py jalan-jalan emang seru n nagih ya.. aku juga baru suka museum ya pas kemarin, mungkin karena selain dapet narasi dari suami jadi lebih ‘dong’ di otakku yang rada2 ini.. hihih
      iya tuh sambel penyet emang bikin ngiler, kamu punya masalah magh juga kah Py?

      • Iya mba, dari kelas 5 sd masak udah kena magh..huhuu.. Makanya skrg gak boleh telat makan, ga boleh kopi, utamanya ga boleh kekurangan duit.. ehh ;p Kan kalo kurang duit sutriss yahh..:D *alesan*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s